Senin, 06 Agustus 2012
Rabu, 25 Juli 2012
tentang wacana
apakah itu wacana? dalam kamus besar bahasa indonesia, wacana adalah komunikasi verbal; percakapan; keseluruhan tutur yang merupakan suatu kesatuan; satuan bahasa terlengkap yang direalisasikan dalam bentuk karangan atau laporan utuh,seperti novel, buku, artikel, pidato atau khotbah; kemampuan atau prosedur berpikir secara sistematis; kemampuan atau proses memberikan pertimbangan berdasarkan akal sehat; pertukaran ide secara verbal.
sedangkan manusia disebut juga sebagai animal rationale (makhluk rasional), animal loquens (makhluk berbicara), symbolic animal (makhluk bersimbol),zoon politikon (makhluk politik), homo faber (makhluk bekerja), ethical being(makhluk etis), metaphisical being (makhluk metafisis), aesthetical being (makhluk estetis), dsb.
manusia sebagai animal loquens akan mengaplikasikan wacana dalam kehidupannya dengan manusia lain atau dengan objek. bahkan sebagai jenis lain pun manusia membutuhkan wacana untuk memenuhi kebutuhan kehidupannya sebagai manusia. sejauh mana wacana terbentuk tergantung sejauh mana manusia mengeksplorasi kehidupannya dengan sekitar. sehingga wacanalah yang membentuk peradaban manusia, terkadang menentukan norma-normanya di masyarakat, menjadi satu acuan.
manusialah yang membuat wacana ada. dan wacanalah yang membuat manusia ada. jika ada satu manusia yang meminta menghentikan manusia lainnya berwacana, maka satu manusia itu telah menganggap manusia lainnya tersebut tidak ada.
mungkin hal itu lah yang menjadi landasan bagaimana wacana pun memiliki seleksi alam. bagaimana sebuah wacana lahir sebagai pencintraan diri si pembuat wacana. sebuah jejak perjalanan perkembangan manusia sebagai makhluk yang kompleks dan paradoks.
dan saya tersadar, kalau saya terseleksi.
sedangkan manusia disebut juga sebagai animal rationale (makhluk rasional), animal loquens (makhluk berbicara), symbolic animal (makhluk bersimbol),zoon politikon (makhluk politik), homo faber (makhluk bekerja), ethical being(makhluk etis), metaphisical being (makhluk metafisis), aesthetical being (makhluk estetis), dsb.
manusia sebagai animal loquens akan mengaplikasikan wacana dalam kehidupannya dengan manusia lain atau dengan objek. bahkan sebagai jenis lain pun manusia membutuhkan wacana untuk memenuhi kebutuhan kehidupannya sebagai manusia. sejauh mana wacana terbentuk tergantung sejauh mana manusia mengeksplorasi kehidupannya dengan sekitar. sehingga wacanalah yang membentuk peradaban manusia, terkadang menentukan norma-normanya di masyarakat, menjadi satu acuan.
manusialah yang membuat wacana ada. dan wacanalah yang membuat manusia ada. jika ada satu manusia yang meminta menghentikan manusia lainnya berwacana, maka satu manusia itu telah menganggap manusia lainnya tersebut tidak ada.
mungkin hal itu lah yang menjadi landasan bagaimana wacana pun memiliki seleksi alam. bagaimana sebuah wacana lahir sebagai pencintraan diri si pembuat wacana. sebuah jejak perjalanan perkembangan manusia sebagai makhluk yang kompleks dan paradoks.
dan saya tersadar, kalau saya terseleksi.
Sabtu, 14 April 2012
Selasa, 17 Januari 2012
dear friend
a friend said that she has viewed my words here. i was happy. someone sees me. but i have no idea to connect with her here.
this virtual contact was still doubting me. is this stuff is the right one to make a nice conversation with her?
oh i'm too afraid to believe. i'd rather see her lips and her eyebrows talking, than this stuff writing.
this is bad stuff girl, FBI or CIA maybe are monitoring us now by this blog. let's go out to the sloping field (lapmir) and singing loud :D
Minggu, 04 Desember 2011
Rabu, 30 November 2011
lampu sorot
Terhentak kagum dan terkulai bingung.
Akan dimana letak tubuh ini berada harusnya.
Tak mungkin ia dan jiwanya ada di panggung yang sama.
Atau haruskah di panggung yang sama?
Aku yakin semua sama sepertiku.
Mereka mencari dirinya dalam layar itu.
Antara ingin menjadi dan tidak harus menjadi.
atau tersesat.
Segitiga itu terlalu gemerlap.
Dan prajuritnya pun memang telah gemerlap dan digemerlapkan.
Sumpah aku tak tahan.
Aku yakin mereka sekawanku juga tak tahan.
Tuhan aku hanya ingin nyaman.
Dalam kegemerlapan impian.
Secepat itu namun tak sebertempo itu.
Bagai ayunan tangan membentuk gelombang.
ya, seperti itu.
Senin, 16 Mei 2011
antagonis
Sepertinya jahat bukan orang yang suka membunuh atau berteriak-teriak mencaci orang-orang.. atau orang yang bersifat bengis... atau orang yang suka menyuruh orang-orang dengan membentak-bentaknya..atau orang yang suka menyembelih hewan-hewan tanpa didoakan dulu….
Tapi,
Orang jahat sepertinya orang yang menyakiti dirinya sendiri, hingga membiarkan orang lain disekitarnya ikut merasakan sakitnya.
Tapi,
Orang jahat sepertinya orang yang menyakiti dirinya sendiri, hingga membiarkan orang lain disekitarnya ikut merasakan sakitnya.
Langganan:
Postingan (Atom)